| Tulisan-tulisan yang kita sering baca di batu-batu nisan menggambarkan kepada kita orang-orang yang dikubur di dalamnya. Misalnya: "Di sini beristirahat dengan tenang ayah kami yang tercinta", lalu nama orang yang meninggal itu ditulis dengan huruf ukiran yang indah. Ataupun kalimat-kalimat lain dengan ayat-ayat Alkitab dan di bawah nama orang yang meninggal itu ditulis nama pasangan hidup dan nama-nama keturunannya. Semua itu adalah cara untuk mengenang orang yang sudaht iada dan kita-kita yang sangat mengasihi dan merasa kehilangan. Pernahkah kita berpikir bagaimana nantinya kita akan dikenang? Tulisan apa yg ada di batu nisan kita?
Dalam Alkitab ada orang-orang yang dikenang sepanjang zaman. Henokh dikenang sebagai orang yang berjalan dan bergaul dengan Allah. Kita tidak mengetahui secara detail mengenai dirinya, namun kehidupannya diwarnai dengan kasih yang sangat mendalam terhadap Tuhan. Henokh hidup dalam suatu masa, di mana iman kepada Allah Tuhan telah memudar. Dalam Kitab Yudas, dalam Perjanjian Baru, digambarkan bagaimanan Henokh mengingatkan orang-orang fasik pada zamannya bahwa Tuhan akan menghakimin mereka yang berbuat jahat dan mengucapkan kata-kata nista terhadap Tuhan (Yudas 1:14-15). Karena kedekatan Henokh dengan Allah, maka kuburannya tidak ditemui orang. Allah mengangkat dia hidup-hidup dan membawanya dekat kepada hadirat-Nya.
Contoh kehidupan Henokh kiranya mendorong kita untuk hidup dekat dan erat dengan Tuhan. Bahkan ketika berjalan di lembah bayang-bayang maut kita tidak takut bahaya (Mazmur 23:4). Allah mau berjalan bersama kita, Tuhan bersedia mendampingi kita dan bergaul dengan kita melalui segala pengalaman hidup.
Iman yang hidup kepada Allah tidak dapat disembunyikan. Kita harus menghidupkan pengalaman hidup kita bersama dengan Tuhan. Perjalanan kita dengan Tuhan akan direfleksikan dalam perbuatan dan perkataan kita. Dapatkah disaksikan tentang kehidupan kita: "Sungguh, orang itu bergaul dan berjalan dengan Allah."
Hamba-Nya OEM |